Sitename

Description your site...

Saturday 27th May 2017

Kebijakan Rektor Unima Terhadap Masalah Farmasi dan Geotermal

Kebijakan Rektor Unima Terhadap Masalah Farmasi dan Geotermal
Mahasiswa Geotermal Unima demo pada Oktober 2016 silam.

TONDANO – Masalah konsentrasi Farmasi dan Geotermal di Universitas Negeri Manado (Unima) kini mencapai babak baru. Pasalnya, Rektor Unima Prof Dr J.P.A. Runtuwene mengeluarkan kebijakan yang kurang memuaskan bagi mahasiswa. Menurut Runtuwene, konsentrasi Farmasi dan Geotermal tidak ada masalah lagi.

Kebijakan Rektor Unima yaitu mendukung para mahasiswa yang ingin memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi di luar Unima. Sudah tidak ada masalah lagi, persoalannya yang mau lulus sarjana farmasi kita support mereka pergi ke fakultas farmasi di luar Unima, dan ada kami sudah kirim ke beberapa perguruan tinggi lain,” tutur Runtuwene.

Namun bagi mahasiswa yang inging tetap lulus dari Unima, akan tetap je Jurusan Kimia bagi Farmasi dan Jurusan Fisika bagi Geotermal. “Kita cari solusi kembali ke Kimia atau kembali ke Fisika kalau tidak mau silakan mencari di perguruan tinggi yang memiliki izin itu,” tegas Runtuwene.

Konsentrasi Farmasi dan Geotermal adalah konsentrasi dibawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Kimia (untuk Farmasi) dan Jurusan Fisika (untuk Geotermal). Sejak dibukanya kedua konsentrasi ini, belum tindakan lanjutan dari pihak Rektorat untuk mengembangkannya menjadi tingkatan Program Studi yang terpisah dari Jurusan induk masing-masing.

Mahasiswa Farmasi Unima melakukan demo sehari setelah demo dari Mahasiswa Geotermal Unima.

Sejak tahun 2016 silam terjadi berbagai permasalahan dari kedua konsentrasi ini, yaitu belum adanya kejelasan yang diperoleh mahasiswa tentang status sarjana mereka. Namun demikian, konsentrasi Farmasi dan Geotermal sudah meluluskan banyak mahasiswa dan tetap beroperasi walaupun terkendala masalah izin pembentukan Program Studi. Dengan kata lain, lulusan Farmasi dan Geotermal memperoleh Sarjana Sains (S.Si) jika tidak ada izin Program Studi.

Mahasiswa Farmasi dan Geotermal berkali-kali melakukan aksi demo untuk menuntut keadilan, namun hingga saat ini kebijakan Rektor Unima masih belum memberikan kepuasan bagi mahasiswa. Ketidakpuasan itu terjadi karena sejak mahasiswa mendaftar, Farmasi dan Geotermal dikatakan bertatus sebagai Program Studi, namun ternyata tidak memiliki izin. Hal itu menyebabkan Unima tidak bisa memberikan gelar Sarjana Farmasi dan Sarjana Geotermal bagi lulusan kedua konsentrasi tersebut.

Runtuwene juga menegaskan bahwa jika kemudian hari izin keduanya sudah ada, maka izin itu berlaku hanya untuk mahasiswa baru yang mendaftar setelah izin tersebut keluar. “Kalaupun ada izin itu nanti untuk mahasiswa baru bukan yang lama, kita harus kembali pada rel yang benar,” tegas Runtuwene. (Leon)

Tags: , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply