Sitename

Description your site...

Saturday 12th August 2017

UKIT Terancam Ditutup

UKIT Terancam Ditutup
Demo Mahasiswa FMIPA UKIT 13 Juli 2017

Tomohon – CSN, Kemelut yang sementara terjadi di Universitas Kristen Indonesia Tomohon semakin menjadi, hal ini buntut dari pemberhentian yang dilakukan oleh pihak Yayasan GMIM Ds. Wenas terhadap Rektor Yoppi Pangemanan. Hari ini (13/7/17) beberapa mahasiswa Fakultas MIPA melakukan aksi di depan kantor Sinode dengan membawa tuntutan yang sama yaitu menolak pemberhentian Rektor Pangemanan. Dalam orasinya mahasiswa menyampaikan penolakan terhadap tindakan yang dilakukan oleh beberapa oknum pimpinan yayasan. Tuntutan yang disampaikan mahasiswa ini masih sama seperti aksi yang dilakukan sebelumnya, tetapi yang sedikit berbeda adalah ketika mahasiswa teologi yang melakukan aksi pada hari kemarin, mereka menyuarakan keprihatinan mereka terhadap dosen-dosen pegawai organik yang tidak lagi menerima hak mereka. Mahasiswa menuntut kepada BPMS dan yayasan untuk memberikan hak-hak dosen tersebut. Dalam orasi mahasiswa juga menyampaikan bahwa BPMS dan yayasan harus bertanggungjawab terhadap status pembinaan yang diberikan oleh Kemristekdikti ini karena di dalamnya menyangkut nasib ribuan mahasiswa.

Pihak rektorat UKIT saat ditemui oleh media ini diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Erens Sanggelorang membenarkan bahwa saat ini UKIT dalam status pembinaan pada pangkalan data Dikti, hal ini merupakan imbas dari konflik yang terjadi di internal UKIT. Penegasan sanksi terhadap UKIT oleh kementerian tertuang dalam surat Dirjen Kelembagaan Ristekdikti yang saat ini sudah ada di tangan kami. Dalam surat tersebut menjelaskan bahwa sengketa antara pemangku kepentingan yang menyebabkan terganggunya kegiatan di lingkungan UKIT, maka kementerian memberikan sanksi penghentian pembinaan terhadap UKIT. Selama dalam status tersebut, kementerian menghentikan seluruh bantuan keuangan, hibah dan/atau bentuk bantuan lain yang diperuntukan bagi UKIT. Dalam isi surat tersebut, UKIT terbukti melakukan pelanggaran administrastif sebagaimana yang tercantum dalam dalam pasal 28 huruf k angka 3 Permenristekdikti. Tutur Sanggelorang.

Sanggelorang juga menjelaskan bahwa, kementerian mengizinkan kegiatan akademik tetap dilaksanakan di bawah kepemimpinan Yoppi Pangemanan, tetapi hal yang tidak bisa kami lakukan selama status tersebut belum di cabut oleh kementerian adalah tidak bisa melaksanakan penerimaan mahasiswa baru maupun wisuda. Tentu kita semua berharap sanksi itu tidak terlalu lama sehingga proses penerimaan dan seleksi dapat dilaksanakan. Hal ini kami lakukan sebagai bentuk ketaatan kami terhadap peraturan yang berlaku di negara ini. Satu catatan penting yang harus dilakukan untuk mengembalikan status tersebut adalah menyelesaikan sengketa, karena kalau tidak diselesaikan selama enam bulan terhitung sejak surat diterbitkan, maka konsekuensinya izin penyelenggaraan UKIT dicabut. Tutup sanggelorang dalam pertemuan di kantor pusat UKIT.

Ruben salah satu orang tua calon mahasiswa saat diwawancarai oleh media ini saat melakukan klarifikasi terkait dengan masalah UKIT di kantor pusat UKIT menjelaskan bahwa mereka sangat terpukul ketika mendengar berita ini. Anak kami telah mendaftar pada salah satu fakultas di UKIT, kami sangat berharap anak kami bisa kuliah di sini. Kami sebagai orang tua yang juga bagian dari GMIM sangat kecewa dengan situasi ini, harusnya GMIM sebagai lembaga gereja yang menaungi UKIT dapat memberikan teladan, tetapi kenapa masalah ini harus terjadi di lembaga pendidikan ini. Syukur anak kami baru mendaftar, kasihan mahasiswa yang sementara studi. Siapa yang akan bertanggungjawab jika UKIT akan ditutup? Tutur Ruben sambil meneteskan air mata.

Ketua BPMS HWB Sumakul, saat ingin dimintai keterangan terkait dengan berita ini di kantor Sinode sedang tidak berada di tempat. Menurut beberapa pegawai beliau sedang keluar dan saat dihubungi via telepon tidak bisa dihubungi.

Tags: , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply