Sitename

Description your site...

Saturday 12th August 2017

Warga Poyowa Besar 1 Kotamobagu Mengapresiasi Dedikasi Peserta KKT-115 Unsrat

Warga Poyowa Besar 1 Kotamobagu Mengapresiasi Dedikasi Peserta KKT-115 Unsrat

Manado, CSN – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Terpadu (KKT) angkatan 115 Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang terdiri dari 203 orang mahasiswa dan terakumulasi dalam 15 posko secara keseluruhan di wilayah Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, sangat menunjukan semangat dan dedikasi yang begitu tinggi dalam mengabdikan diri mereka kepada masyarakat di posko-posko tempat mereka bertugas.

Seperti halnya dengan salah satu posko KKT-115 Unsrat yang bertempat di Desa Poyowa Besar 1, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Dengan disupervisi oleh Dr. Ir. Suzanne L. Undap, M.Si, sebagai Dosen Pengawas Lapangan (DPL), segenap 12 orang mahasiswa yang terdiri dari kesebelas fakultas yang ada di Unsrat bisa saling berintegrasi dan begitu aktif dalam mengeksekusi segenap program kerja Tematik: Pembuatan Website, Simdes, Video, dan Profil Desa, maupun Non-Tematik: Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pendidikan TK dan SD, Sosialisasi Bahaya Narkoba di lingkungan pendidikan SMP dan SMA, Kerja bakti, dan pembuatan cenderamata di batas dusun I-VI dengan beridentitaskan KKT-115 Unsrat.

Dengan demikian, hal itu dilakukan sebagai bentuk pengabdian diri mereka terhadap masyarakat, sebagaimana merupakan salah satu dari tiga tujuan utama Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat) yang mana turut menjadi tanggungjawab Unsrat untuk diimplementasikan melalui sarana KKT-115.

Adapun, dalam proses pengeksekusian program Tematik dan Non-Tematik di lokasi, Sekertaris Posko KKT-115 Unsrat di Desa Poyowa Besar 1, Mercy Matheos, mengungkapkan bahwa mulai dari perangkat pemerintah desa dan masyarakat yang ada sangat membantu mereka dalam pelaksanaan segala program yang telah diagendakan sampai akhirnya bisa berlangsung dengan sukses. Hal tersebut membuat para mahasiswa-mahasiswi peserta KKT yang berada di tempat, begitu merasa nyaman berada di Desa Poyowa Besar 1.

“Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab disini, masyarakatnya begitu ramah, perangkat desanya sangat baik, dan data-data yang diperlukan untuk pelaksanaan program kami sudah tersedia sampai akhirnya semua bisa berjalan dengan baik. Oleh karena itu, kami tidak bisa membalas semua fasilitas dan kenyamanan yang telah desa berikan, tapi kami hanya akan berusaha semampu kami untuk memberikan yang terbaik bagi Desa Poyowa Besar 1,” ujar Mercy.

Terkait hal tersebut, dalam keterangannya kepada pewarta KomunikaSulut, Kepala Desa/Sangadi di Desa Poyowa Besar 1, Yandi Mokoagouw, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak Unsrat oleh karena dengan adanya kegiatan KKT-115 pihak desa bisa terbantukan dari segi administratif melalui program-program Tematik dan non-Tematik yang para mahasiswa lakukan.

“Dengan adanya kegiatan KKT di Desa Poyowa Besar 1, kami sangat terbantukan disini. Program-program Tematik dan non-Tematik yang mahasiswa aplikasikan, seperti halnya pembuatan website desa dan Simdes, sangat memberikan bantuan administratif di desa ini,” ujar Yandi.

Kedua belas mahasiswa yang berada disini, lanjut Yandi, memberikan benyak sekali manfaat di desa dan semuanya begitu aktif dalam menjalankan kegiatan KKT. Kondisi merekapun pada saat ini dalam keadaan yang sehat dan baik-baik saja, hal ini juga dikarenakan masyarakat disini sangat menjamu dan menyambut baik kehadiran teman-teman mahasiswa peserta KKT.

Semoga kedepannya, kegiatan KKT ini akan memberikan manfaat kepada ke-12 adik-adik mahasiswa dan kiranya hal ini bisa menjadi modal untuk mandiri maupun meraih kesuksesan yang sesuai dengan program studi berdasarkan jurusan yang mereka tekuni, tutup Yandi.

Senada dengan itu, Ketua Rukun Tetangga (RT) 10 di Desa Poyowa Besar 1, Nunung Kaunang, yang rumahnya menjadi salah satu tempat tinggal sementara bagi para mahasiswa peserta KKT-115 Unsrat, juga memberikan komentar, “Para mahasiswa sangat membantu masyarakat di desa ini dan mereka semuanya disini aktif dalam bekerja, seperti halnya membantu dalam mengeksplorasi potensi desa. Dengan demikian, masyarakat juga sangat menyambut baik kedatangan mereka,” ucap Nunung.

Berdasarkan keterangan dari Koordinator Pusat Pengelolaan dan Pengembangan Kuliah Kerja Terpadu (P3KKT) Unsrat, Dr. Rignolda Djamaluddin, M.Sc, segenap agenda kegiatan KKT-115 Unsrat yang melibatkkan 2.968 peserta mahasiswa, akan selesai atau dilakukan penarikan terakhir pada hari Minggu, 30 Juli 2017. Hal ini berlaku bagi seluruh program KKT dan wilayah KKT-115 Unsrat diselenggarakan, yaitu Minahasa Selatan (1.203 Mahasiswa), Kota Kotamobagu (203 Mahasiswa), Bolaang Mongondow (1.280 Mahasiswa), Pulau Kinabuhutan Minahasa Utara (21 Mahasiswa), Talaud (119 Mahasiswa), Pulau Arar Sorong (14 Mahasiswa), Halmahera Utara (36 Mahasiswa) dan KKT Program Khusus (87 Mahasiswa). Sedangkan untuk Program KKT Kebangsaan yang digelar di Gorontalo, lima orang mahasiswa yang menjadi delegasi Unsrat pada pagelaran KKT Nasional tersebut, barulah akan berakhir pada tanggal 23 Agustus 2017.

Proses penarikan akan dilakukan pasca evaluasi lapangan seluruh pelaksanaan program tematik maupun non-tematik telah selesai dipertanggungjawabkan, tandas Koordinator Pusat P3KKT Unsrat tersebut. (komunikasulut)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply